Insight

10 keahlian baru yang dibutukan untuk pekerjaan masa depan

Membayangkan Pekerjaan Masa Depan-transpedia.id

Jaman Now

Selama beberapa tahun ini, kita disajikan dengan berbagai informasi tentang ‘Disruptive technologies’.

Munculnya berbagai model bisnis baru seperti taksi online ( contoh : Go-car dan Grab car), toko online (contoh : tokopedia, bukalapak dan blibli) , agen perjalanan online (contoh : traveloka.com, tiket.com dan pegi-pegi.com).

Tanpa kita sadari, beberapa kebiasaan atau perilaku masyarakat kota telah berubah, yang sebelumnya bepergian lebih memilih naik taksi resmi yang berwarna biru atau putih , dan membayar sesuai dengan tarif yang diatur  pemerintah.

Jaman Now…. masyarakat lebih nyaman memakai taksi online, dengan tarif yang lebih pasti dan murah, taksinya terdiri dari berbagai merk dan warna yang beragam, pada umumnya taksi online ini dimiliki secara pribadi.

Kenapa memakai taksi online lebih nyaman ?

Bayangkan saja…Hanya dengan beberapa klik di HP (smart phone) , taksi akan datang  langsung ke lokasi dan siap berangkat ke tujuan dan pembayarannya pun, mudah….bisa dibayar secara online.

Tanpa perlu harus bersusah payah , menghubungi call center yang terkadang membutuhkan waktu 10-15 menit , baru berhasil berbicara dengan petugas yang ada di seberang telepon…. ditambah dengan embel-embel pertanyaan basa basi yang sangat SOP banget…..bla-bla-bla…kata anak jaman sekarang….boring.

Apalagi bicara tentang kebiasaan belanja, selama ini sebagian besar masyarakat Indonesia senang sekali jalan-jalan ke pusat perbelanjaan , melihat-lihat barang yang dipajang, melakukan tawar-menawar, bahkan pulangnya dengan susah payah membawa berbagai kresek belanjaan.

Jika harus naik kendaraan umum seperti angkot, bis dan commuter line, ….dapat Anda bayangkan….butuh usaha yang luar biasa untuk membawanya….sudah kebayang ribet dan rempongnya.

Solusi jaman Now…lebih baik berbelanja secara online saja ….tinggal beberapa kali klik…barang akan tiba di tujuan.

Begitu juga, jika ingin bepergian ke luar kota dengan naik pesawat, akan lebih mudah memesan secara online,  klik langsung ke beberapa platform atau aplikasi yang sudah dikenal, dan cari harga yang terbaik, maka tiket langsung kita dapatkan.

Lebih sederhana dan cepat, walaupun terkadang harga tiket yang ditawarkan tidak murah-murah banget.

Disruptive Technologies (Teknologi Disruptif).

So, melihat ketiga hal di atas, apakah memang sudah terjadi ‘Disruptive Technologies’ dalam kehidupan sehari-hari?

Atau, hal ini hanya permulaan dari perubahan besar yang akan terjadi pada pekerjaan masa depan.

Dengan ketiga contoh di atas saja, sudah memberikan dampak yang luar biasa, beberapa pengusaha di bidang transportasi, pemilik toko-toko dan pelaku travel agent , terpaksa mengurangi jumlah karyawannya, bahkan menutup usahanya.

Kenapa ?

Karena , sebagian besar pelanggannya sudah pindah dan lebih nyaman untuk memakai jasa aplikasi online .

Beberapa diantara pengusaha atau perusahaan ini, tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi perubahan ini, dan bagaimana cara mengantisipasi pekerjaan masa depan.

Perubahan ini akan terus terjadi, akan semakin masif dan cepat.

Hal-hal baru yang tidak terduga akan terjadi, termasuk para pemain atau pengusaha baru yang tiba-tiba menjadi terkenal dan besar.

Sebagian perusahaan-perusahaan besar takut, apakah kejadian yang dialami oleh perusahaan seperti Kodak, Nokia, RIM-Blackberry , Barnes&Noble, Yahoo, dan perusahaan taksi ternama di Indonesia, dapat menimpa mereka juga.

Pekerjaan yang Hilang.

Robot Kiva di Gudang Amazon (sumber : qz.com)

Dan sebagian masyarakat juga bertanya.

Bagaimana jika mereka yang biasa nyetir mobil , tiba-tiba tidak perlu nyetir mobil sendiri lagi, karena sudah self-driving car  atau mobilnya sudah berjalan sendiri secara otomatis.

Bagi yang biasa kerja di gudang memakai forklift, tiba-tiba sudah ada robot kecil seperti Robot Kiva di Gudang Amazon, yang lalu lalang menyimpan dan mengambil barang secara otomatis.

Dan bagi mereka yang biasa bekerja di restauran siap saji, dalam waktu dekat, akan ada robot yang bisa menggantikan pekerjaan memasak dan menyajikan makanan siap saji secara otomatis.

Apakah semua cerita di atas ini akan menjadi sebuah ancaman atau sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan.

Apalagi, topik tentang  hal-hal di atas sudah sering kita dengar dan pasti akan terjadi pada pekerjaan masa depan, jadi kenapa harus takut.

Sebagian orang akan mengambil sikap yang berbeda untuk merespon hal di atas.

Peran Manusia di masa datang.

Baru-baru ini McKinsey Global Institute menyatakan bahwa kemajuan Artificial Inteligent, Otomatisasi dan robotika akan menggantikan antara 39 – 73 juta pekerjaan pada tahun 2030.

Secara sepihak,  Perusahaan akan selalu berusaha melakukan peningkatan produktivitas dan perbaikan pelayanan untuk pelanggannya.

Sehingga proses transformasi ke arah Digital ini akan sulit diperlambat apalagi ditunda.

Dan proses digitalisasi akan terjadi di seluruh pekerjaan masa depan.

Walaupun sebagai manusia atau pekerja kita berharap , suatu hari nanti akan menemukan cara atau jenis kompetensi yang cocok dalam menghadapi perubahan ini.

Dan para ahli berharap, dapat menjawab, Apa peran manusia saat memasuki era digital secara total?

Seorang Futuris dan penulis buku Rise of Robots : Technology and the Threat of Jobless Future (Teknologi dan Ancaman masa Depan tanpa pekerjaan), bernama Martin Ford, pernah menyampaikan pada forum Tedx dengan judul ‘ How We’ll earn money in a future without jobs ( Bagaimana kita akan menghasilkan uang di masa depan tanpa pekerjaan?)

Dia berpikir , bahwa umat manusia saat ini sedang menghadapi ‘Massive Disruption’ (Gangguan besar).

Dia melihat bahwa tren upah atau gaji mengalami stagnan,kualitas pekerjaan manusia semakin turun dan banyak jenis pekerjaan kelas menengah yang sudah hilang.

Hal-hal yang diceritakan oleh Mc Kinsey di atas, sebagian sudah mulai terjadi di Indonesia, dimana pekerjaan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang seperti administrasi , sales admin dan sekretaris, mulai digantikan oleh online system atau aplikasi online.

Keahlian di masa depan.

Tapi, kita juga penasaran, pekerjaan dan keahlian seperti apa yang dibutuhkan di masa depan?

Pertemuan World Economic Forum di Davos pada tahun 2016 membahas tentang ‘The Future of Jobs’.

Para Petinggi negara, Politisi, Konglomerat, CEO perusahaan ternama dan selebritas memberikan saran dan pendapatnya.

Akhirnya disepakati ada 10 Skill (keahlian) yang dibutuhkan pada tahun 2020 yaitu :

1. Complex Problem Solving (Memecahkan permasalahan yang kompleks).

Keahlian ini sangat krusial, karena membutuhkan pengetahuan dan jam terbang.

Apalagi solusi yang kita berikan bisa berbeda pada masalah yang sama, karena terjadi pada waktu dan kondisi yang berbeda.

Jadi lupakan copas atau copy paste solusi. Kamu harus rajin melakukan riset, ujicoba dan membuat solusi-solusi baru.

2. Critical Thinking (Berpikir Kritis).

Keahlian ini seharusnya dimiliki setiap orang, karena sangat dibutuhkan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari baik di rumah dan kantor.

Dengan berpikir kritis, seseorang dapat melihat sebuah masalah secara menyeluruh dan memahami akar masalahnya.

Sayangnya hal ini masih jarang diterapkan dalam dunia pendidikan kita, apalagi sifat dunia pendidikan yang masih mengandalkan 1 jawaban atau sesuai dengan apa kata buku.

3. Creativity (Kreativitas).

Pada tahun 2020 , hal kreativitas akan menjadi hal utama yang dibutuhkan.

Apalagi dengan perkembangan di berbagai industri yang membutuhkan hasil yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Dengan kreativitas, maka perusahaan atau organisasi akan membuat sesuatu produk atau pelayanan yang lebih baik, lebih cepat dan murah.

Dengan maraknya pemasaran secara digital saat ini, kreativitas ini menjadi hal yang utama.

Kita harus dapat membuat sebuah produk digital yang lebih baik dari hari ke hari.

Tanpa sebuah kreativitas, hal ini tidak mungkin terjadi.

4. People Management (Manajemen Manusia).

Seringkali kita mendengar, bahwa aset terpenting dari sebuah organisasi atau perusahaan adalah manusia.

Tapi kita tidak memahami bagaimana cara menjaga atau mengembangkan aset yang berharga ini.

Dibutuhkan sebuah cara yang inovatif dari waktu ke waktu untuk mengelola aset yang paling berharga ini.

Setiap perusahaan akan memiliki cara yang berbeda dalam mengembangkan karyawannya ,sesuai dengan budaya masing-masing perusahaan.

5. Coordination with others (Berkoordinasi dengan orang lain).

Mungkin dulunya keahlian ‘koordinasi’ ini belum menjadi sebuah hal yang penting.

Tiba-tiba keahlian ‘koordinasi’ menjadi hal yang perlu dimiliki seseorang pada pekerjaan masa depan.

Kenapa? Bisa jadi, karena perubahan dalam bisnis terjadi sangat cepat dan banyaknya karyawan atau pihak yang harus dikelola , serta banyaknya data yang harus dianalisa, sehingga kegiatan ‘koordinasi’ akan menjadi hal yang paling sering dilakukan.

Bayangkan, jika kita tidak memiliki ‘keahlian’ ini, bisa jadi dalam setiap pekerjaan dan proyek yang kita kelola akan buyar atau tidak mencapai target.

6. Emotional Intelligence (Kecerdasan emosional).

Mengenai Kecerdasan Emosional sudah sering kita dengar, bahkan diantara kita sudah ada yang pernah ikut pelatihannya.

Kemampuan ‘kecerdasan emosional’ ini dapat membantu seseorang untuk dapat mengelola dirinya sendiri dan orang lain.

Kita perlu ber empati pada orang lain, agar sebuah pekerjaan atau proyek dapat berjalan dengan baik.

Kedepannya Kecerdasan emosional ini lebih penting daripada kecerdasan intelektual.

7. Judgement and Decision Making ( Penilaian dan Pengambilan Keputusan).

Penilaian dan pengambilan keputusan adalah hal yang kritis dalam setiap pekerjaan.

Sesulit apapun masalah yang kita hadapi dalam pekerjaan, kita harus mengambil keputusan untuk solusinya.

Terkadang kita diminta untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dengan informasi dan waktu yang terbatas.

8. Service Orientation (Berorientasi pada layanan).

Sebuah perusahaan yang unggul selalu menawarkan layanan yang baik kepada pelanggannya.

Dengan memiliki keahlian ini, seseorang akan mudah untuk membantu perusahaan agar pelanggannya tetap setia dan tidak melirik kepada produk dan layanan dari pesaingnya.

9. Negotiation (negosiasi).

Dalam menjalankan pekerjaan, sering sekali kita menemukan pendapat dan kepentingan yang berbeda , baik di internal dan eksternal.

Sehingga keahlian bernegosiasi sangat dibutuhkan untuk mencari kesepakatan atau solusi terbaik.

Kemampuan bernegosiasi ini akan menjadi modal yang penting bagi pemimpin perusahaan pada pekerjaan masa depan, terutama saat dia ingin bermitra dengan investor atau pihak lain.

10. Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Kognitif).

Pertumbuhan teknologi yang sangat cepat, menyebabkan seseorang harus menghadapi berbagai masalah kompleks yang baru dan tidak terduga.

Sehingga seseorang membutuhkan keahlian Fleksibilitas Kognitif dalam beradaptasi dengan hal-hal baru, untuk menyelesaikan berbagai masalah baru tersebut.

Tentu saja kesepuluh keahlian di atas bukan merupakan sebuah keahlian yang tetap.

Bisa saja kesepuluh keahlian di atas berubah sesuai dengan perkembangan teknologi dan budaya yang terjadi.

Apakah pada akhir tahun 2018 ini, kesepuluh keahlian di atas sudah diterjemahkan kedalam keahlian yang ada di perusahaan atau organisasi ,bahkan menjadi materi kurikulum di sekolah dan kampus ?.

Jika belum, maka tulisan ini akan menjadi ‘wake up call’ kesekian kali bagi kita semua.

Minimal, sebagai individu atau professional atau pimpinan perusahaan, mulai menyadari dan berani membuat inisiatif untuk menjawab tantangan pekerjaan di masa depan.

Pengembangan Sumber Daya Manusia di IBM.

sumber : neuerspace.com

Pengalaman yang sama juga diceritakan oleh Chief Human Resource IBM , Diane Gherson , yang ikut melakukan revolusi Sumber Daya Manusia di IBM selama 13 tahun terakhir.

Dia merubah perilaku dan kompetensi karyawan IBM di seluruh dunia.

Ada 3 hal yang harus diperhatikan para Pimpinan HR kedepannya yaitu :

1. Consumer-Grade Expectation (Tingkat Ekspetasi Pelanggan) .

Karyawan dan pelamar kerja , saat ini memiliki ekspetasi baru, karena mereka memiliki kemampuan dan pengalaman digital di luar pekerjaan.

Mereka ingin selalu terkoneksi dengan Media Sosial dan bisa berkomunikasi atau chatting selama 24 jam, baik membicarakan tentang pekerjaan atau kehidupan pribadi.

Dan mereka membutuhkan informasi yang transparan dan mudah dicari (searchable).

Disinilah tantangan sebuah perusahaan atau organiasi untuk memberikan suasana dan kondisi kantor yang sesuai dengan harapan mereka.

2. Ready Access to Artificial Intelligent and Deep Learning.

Akses kepada Artificial Intelligent dan Deep Learning, akan memberikan peluang baru dalam menemukan sebuah pola dan prediksi baru.

Misalnya : Perusahaan dapat mencari karyawan yang dibutuhkan atau mengembangkan karyawannya dengan menganalisa data kegiatan mereka di dunia online seperti media sosial , blog, dan forum digital lainnya.

3. Skill Obsolence (Keterampilan yang usang).

Saat ini perusahaan secara besar-besaran mengalami disrupsi karena perkembangan teknologi.

Dan perusahaan membutuhkan usaha yang luar biasa untuk menyiapkan karyawannya dalam memasuki Era Digital ini.

Setiap karyawan harus mau melakukan pembelajaran terus-menerus, agar tidak tertinggal.

Dan wajah HR saat ini dan kedepannya harus berubah , yang tadinya menunggu dan fokus pada hal-hal administratif.

Team HR harus memiliki karakter ‘speed’, ‘personalization’ dan ‘democratization’ dalam menjawab ketiga tantangan di atas dan memenuhi 10 keahlian di atas.

Dan paradigma dulu yang mengatakan bahwa karyawan adalah pelanggan HR sudah berubah , sekarang setiap karyawan berperan sebagai HR buat perusahaan.

Saran dari Diane Gherson kepada para karyawan dalam menghadapi masa depan, yaitu :
1. Follow your passion not your pocket book (Ikuti Passion Anda, bukan buku saku Anda).
2. Treat feedback like a gift – and ask for it often (Perlakukan umpan balik sebagai hadiah – dan selalulah memintanya).
3. Take care yourself – your career is an extreme sport (Jagalah dirimu sendiri – karirmu adalah olahraga ekstrim).

Tetapi, apakah semua hal di atas , akan Anda  terapkan atau tidak, itu adalah pilihan Anda.

Yang jelas perubahan teknologi yang terjadi tidak akan pernah melambat, tetapi akan semakin cepat dan tidak menunggu siapapun untuk berubah.

Teknologi dapat mendorong seseorang untuk berubah , jika tidak mau berubah , maka orang tersebut akan tertinggal.

Dan Keahlian yang Anda miliki, jika  tidak dikembangkan terus menerus, akan menjadi pajangan atau cerita masa lalu saja.

Related Posts

Leave a comment